Erupsi Gunung Semeru, Dua Warga Alami Luka Bakar, Hampir Seribu Jiwa Mengungsi

LUMAJANG, topiknews.media –
Aktivitas erupsi dan awan panas guguran (APG) Gunung Semeru kembali menimbulkan dampak bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. Berdasarkan laporan resmi BPBD Lumajang, dua warga dilaporkan mengalami luka bakar dan hampir seribu jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.
BPBD Lumajang melaporkan dua warga asal Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri mengalami luka bakar akibat insiden saat melintas di jembatan Curahkobokan. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Identitas korban sebagai berikut:
Normawati (42) – Luka bakar derajat 2
Hariyono (49) – Luka bakar derajat 2
Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun luka lain di lokasi terdampak.
Hingga laporan ini diterbitkan, BPBD Lumajang menyatakan belum terdapat laporan kerugian materiil akibat erupsi dan APG terbaru tersebut.
Sejumlah warga dari kawasan rawan erupsi telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Jumlah total pengungsi tercatat sekitar 956 jiwa, dengan pendataan yang masih terus berlangsung.
Kecamatan Pronojiwo:
SDN 04 Supiturang: ±100 jiwa
Balai Desa Oro-oro Ombo
Masjid Ar-Rahmah: ±500 jiwa
SDN Sumberurip 02: ±200 jiwa
Kecamatan Candipuro:
Rumah Kepala Desa Sumbermujur: ±55 jiwa
Kantor Kecamatan Candipuro: ±101 jiwa
Warga yang dievakuasi umumnya berasal dari Dusun Sumbersari, Desa Supiturang (Pronojiwo) dan Dusun Gunung Sawur, Desa Penanggal (Candipuro).
Aktivitas Vulkanik dan Status Gunung Semeru
Awan panas guguran dilaporkan terjadi sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan amplitudo 45 mm dan durasi 14.283 detik. Luncuran APG mencapai lebih dari 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara–selatan (Besuk Kobokan).
Status gunung yang sebelumnya berada pada Level II (Waspada) telah meningkat menjadi Level III (Siaga) dan kini naik kembali ke Level IV (Awas). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas di lapangan.
Sumber Informasi : BPBD Lumajang
Sebaran ulang oleh Admin/Moderator Group FB Info Dari BMKG Indonesia



